Belajar Programming Mulai Dari Mana?

Pojok Programmer COde Factory Belajar Programming Mulai Dari Mana

Code Factory | Skill pemrograman sebenarnya adalah sebuah skill yang cukup mudah dipelajari, dengan syarat kita menyukai-nya dalam artian kita harus punya passion, dan tahu arah-nya dalam artian kita harus tahu apa yang lebih dahulu harus kita pelajari dan kemudian sedikit demi sedikit meningkatkan ketrampilan yang kita miliki secara terarah. Passion diperlukan karena belajar pemrograman sering kala membuat kita stress saat kita menemui problem yang sulit diselesaikan. Seorang programmer sejati sangat menyukai tantangan, dan problem yang dia hadapi adalah tantangan yang harus diselesaikan. 

Syarat kedua adalah arahan atau roadmap, dan roadmap inilah yang biasanya tidak dimiliki oleh programmer yang belajar secara otodidak tanpa mengikuti bangku kuliah formal. Seorang yang mempunya passion yang tinggi namun tanpa arahan cenderung kemajuannya lambat atau tidak maju sama sekali,  Artikel ini mencoba menjawab roadmap yang harus dilalui seseorang yang ingin menjadi programmer tingkat pemula

Pertanyaan yang umumnya muncul adalah, "Saya ingin belajar pemrograman PHP?" Sebenarnya PHP hanyalah bahasa pemrograman saja, yang jauh lebih penting adalah mempelajari konsep-nya. Konsep penting dipahami karena dengan memahami konsep dasar pemrograman ini maka kita akan dengan mudah beradaptasi dengan bahasa pemrograman lainnya, misalkan javascript, java, vb.net dan lain-lain. Jika kita sudah memahami konsep pemrograman, maka berganti bahasa pemrograman lain hanya semudah mempelajari sintaks bahasa bersangkutan saja.

Semua bahasa pemrograman terstruktur pasti ada konsep2 seperti ini

  • variable dan konstanta
  • statement, operator, dan operator precedence
  • logika percabangan, atau disebut juga decision control structure (if-else, dsb.)
  • logika perulangan atau disebut juga repetitin control structure (while loop, dsb.)
  • struktur data sederhana (array, enum, collection)
  • memformat dan menampilkan string
  • prosedur dan fungsi (procedure and function)

Kemudian, yang harus kita pelajari adalah pemrograman berorientasi obyek (object oriented programming), karena hampir semua bahasa pemrograman sudah mendukung OOP. Ada beberapa tambahan konsep yang harus dipahami meliputi,

  • Class dan Instance
  • Constructor dan Destructor
  • Abstraction dan Encapsulation
  • Namespace dan Assemblies
  • Inheritance dan Interface
  • Polymorphism

Dengan memahami OOP maka kita bisa dengan mudah membuat aplikasi Hello World menggunakan OOP :)

Hal berikutnya yang perlu dipelajari adalah algoritma. Algoritma menjadi penting karena algoritma adalah nyawa dari aplikasi kita. Jika kita yang sedang belajar programming memerlukan arahan dan roadmap, maka algoritma yang menentukan arah dari program yang nantinya akan kita buat dan membantu kita proses problem solving dan menemukan solusi terhadap permasalahan programming yang kita hadapi. Perlu diketahui juga, bahwa algoritma tidak terbatas pada algoritma bubble sort, quick sort, depth-first search, breadth-first search, djikstra, atau sebangsanya, tapi secara umum algoritma adalah urutan langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk dalam menyelesaikan suatu masalah. Sebagai contoh, berikut ini adalah algoritma minum kopi:

  1. Siapkan bahan
    • Ambil gelas
    • Ambil kopi, masukkan ke dalam gelas
    • Ambil gula, masukkan ke dalam gelas
  2. Siapkan air panas
    • Ambil panci
    • Isi panci dengan air
    • Taruh oanci di atas kompor
    • Nyalakan kompor
    • Tunggu sampai air mendidih
  3. Seduh kopi
    • Tuangkan air panas ke dalam gelas
    • Aduk kopi hingga merata
  4. Hidangkan
    • Letakkan gelas di atas nampan
    • Bawa ke meja
    • Ambil gelas dari nampan taruh ke meja 
    • Tunggu hingga kopi agak dingin
    • Minumlah kopi kita

Dalam mempelajari algoritma, pasti kita akan berkenalan juga dengan pseudocode. Sederhananya, pseudocode adalah urutan aksi yang harus kita lakukan dalam program yang akan kita buat. Dalam pseudocode yang kita masukkan hanyalah aksi yang harus kita lakukan, tidak perlu memasukkan hal-hal teknis seperti deklarasi variable dan inisialisasi varibel. langkah selanjutnya adalah menerjemahkan pseudocode tersebut ke dalam bahasa pemrograman yang kita inginkan.

Dalam membuat sebuah algoritma, biasanya tidak bisa sekali jadi. Kita sebagai programmer harus berpikir detil dalam menyusun langkah-langkah program kita, karena bisa jadi ada langkah yang terlewat atau urutan langkah yang salah, karena kesalah menyusun algoritma ini bisa berujung pada bug di dalam aplikasi yang kita bangun. Sebagai contoh, algoritma di atas akan membuat rumah kita kebakaran.... loh koq! Karena kita melupakan langkah untuk mematikan kompor! Ha... ha... ha...!

Setelah kita memahami ketiga hal dasar di atas (konsep pemrograman terstruktur, konsep pemrograman berorientasi obyek, dan algoritma) barulah kita bisa naik tingkat mempelajari hal-hal lain yang lebih rumit, misalkan framework, akses database, pemrograman asinkron, dan lain sebagainya.

Selamat belajar!

 

Code Fatory Pojok Programmer Belajar Programming Mulai Dari Mana

 

.