Kolaborasi antara Manajemen dan TI

Transparansi Proses - Mewujudkan sebuah proses yang transparan memerlukan perpaduan antara manusia, sistem, dan teknologi menjadi sebuah kesatuan yang saling berkaitan. Transparansi proses bukanlah sekedar bagaimana sebuah rangkaian aktivitas dibuat, namun juga bagaimana proses tersebut dapat dieksekusi, dipantau, dan dianalisis guna dilakukan perbaikan dikemudian hari.

Dibutuhkan sebuah sarana atau tools yang dapat digunakan untuk membuat proses menjadi lebih transparan. Di sinilah peranan kehadiran sebuah teknologi informasi, memudahkan dalam mewujudkan transparansi proses. Teknologi tersebut haruslah dapat mengakomodir kolaborasi antara pihak manajemen dengan para implementator teknologi informasi. Pihak manajemen dalam hal ini manajer bisnis dapat bersinergi dengan implementator sistem baik pada fase desain hingga monitoring proses.

Kedua belah pihak harus dapat saling mengerti dan memahami masing-masing tugas yang dikerjakan. Dengan demikian manajer bisnis mampu berkomunikasi dengan implementator tentang materi yang bersifat teknis secara lebih detail, sebaliknya implementator dapat memahami aspek manajemen pengelolaan proses.

Pemodelan proses bisnis secara grafis akan memudahkan kolaborasi dan mengurangi gap antar kedua belah pihak. Manajer bisnis akan lebih mudah menuangkan ide dalam membangun sebuah sistem, sedangkan implementator TI akan lebih cepat dalam melakukan implementasi sistem. Implementator TI mempunyai fokus yang lebih banyak pada peningkatan performa sistem yang nantinya akan digunakan untuk menjalankan sistem.

Pemilihan teknologi yang tepat, bukan hanya memudahkan kolaborasi antara pihak manajemen dan implementator teknologi informasi, namun juga untuk memastikan bahwa aspek transparansi proses dapat diwujudkan secara nyata. Pengembangan sistem informasi untuk membantu menjalankan proses bisnis berdasarkan prinsip Process-Driven sangat tepat diwujudkan dalam era kemajuan teknologi informasi dewasa ini.

Category: